Kali Pertama, Pertama Kalinya…

Standar

Salam…

Yuhuuu, ini kali pertama saya mencoba wordpress. Sebetulnya, saya bukan blogger pemula. Sejak kemunculan multiply dan blogspot, saya sudah ikutan meramaikan dan update tulisan-tulisan. Namun karena kemunculan facebook yang jauh lebih simple, saya akhirnya hijrah ke FB dan ga pernah lagi update di MP maupun blogspot. Lalu kenapa saya mencoba wordpress kali ini? Hmm…saya sudah merasa tulisan saya terlalu banyak di FB dan akhirnya tercecer di MP juga.

So, WordPress akan jadi tempat tumpah ruah nya seluruh tulisan saya. Berharap ga ada yg tercecer lagi nantinya.

Biar enak aja sih bacanya…Berhubung banyak penggemar tulisan ringan saya 😀

Banyak yang mendesak untuk dibukukan juga xixixi

Sebelum semua itu terlaksana, kita bukukan saja dulu disini ya teman 🙂

Selamat menikmati celoteh pada tulisan-tulisan di blog ini, berharap bisa menginspirasi atau mungkin sekedar jadi bahan ketawa-ketiwi.

Regard

Fi

Iklan

17 Bulan 8, 8 Bulan Kami

Standar

Ditulis pada 17 Ramadhan 1432H

Suara murottal masih terdengar, diselingi sahutan suara pengajian dari corong masjid dekat rumah. Aku, sendiri di ruang ‘jajahan’ku sejak pertama kali mendiami rumah ini. Ya, ini 17 Agustus, 17 Ramadhan, hari spesial buat seluruh rakyat Indonesia, begitupun saya. Hari ketika seharusnya Indonesia tengah merasakan ‘merdeka’ yang sebenarnya. Ya, hari ini mirip dengan kejadian 1945 dimana saat proklamasi bertepatan dengan bulan Ramadhan jua. Hmm, meski mungkin Indonesia belum sebenar-benarnya merdeka. Ya, setidaknya kini kita sama-sama sedang belajar ‘merdeka’ dari jeratan nafsu kita.

 

Lalu bagaimana saya mamaknai perayaan kemerdekaan 66 tahun ini?! Saya mencoba mengaitkannya dengan milad pernikahan saya yang sebentar lagi menginjak usia 8 bulan. Hiiy masih kecil ya? Ibarat kandungan, sebentar lagi jabang bayi akan siap hadir sebagai manusia bumi. Bila diibaratkan bayi, usia 8 bulan mungkin baru saja lancar merangkak dan mulai menegakkan kaki untuk belajar diri. Ya, pernikahan kami masih teramat ‘kecil’. Masih terlalu dini untuk menilai baik-buruk pernikahan ini. Tapi tak apa, saya hanya ingin menjadikan moment ‘meredeka’ ini sebagai ajang introspeksi pernikahan kami (baca: mumpung si Keren tak didekat saya saat ini).

 

Tahun pertama pernikahan, banyak yang bilang semua akan selalu indah, romantikanya masih sangat terasa. Masih banyak moment berdua yang bisa dinikmati bersama. Apalagi saya memang belum berbadan dua hingga kini. Betul memang, kami masih merasakan bak pasangan baru menikah kemarin, sampai usia pernikahan 8 bulan ini, saya dan suami masih asik ‘main-main’. Kami masih bergaya bak pasangan kekasih yang sedang kasmaran hahaha. Tapi memang begitulah kami, mungkin pelampiasan karena pernikahan kami tak diawali moment pacaran. Sekaranglah kesempatan kami melakukan apa yang dilakukan pasangan kekasih aka pacaran setelah pernikahan.

Dan mendekati anniversary 8 bulan ini, sudah banyak hal terjadi. Bulan ke 8 yang bertepatan dengan Ramadhan memberi warna baru bagi kami. Dulu bahkan saya tak pernah menghayalkan bagaimana rasanya Ramadhan berdua pasangan, tapi kini malah mengalaminya. Bagaimana senangnya berbuka bersama si Keren, betapa girangnya ketika menu berbuka buatan saya dilahap begitu semangat oleh si Keren, serunya membangunkan sahur si Keren, ke masjid berdua, balapan tilawah, ma’tsurat bersama, aaah…seruuuunya!

 

8 bulan, saya makin mengerti bagaimana karakter lelaki jelas melekat pada si Keren. Yang sebelumnya hanya saya baca di buku-buku psikologi tentang karakter lelaki, kini jelas nampak padanya. Betapa lelaki sangat tak mau membagi masalahnya alias lebih baik membenamkan diri di dalam gua dan menyelesaikannya sendiri, itupun saya alami baru-baru ini. Tapi saya berusaha memahami, memaklumi. Dan betapa bisa saja hal-hal yang belum pernah terjadi sebelumnya kemudian muncul dan mengejutkan saya.

 

Bagaimana sedihnya saya mendapati si Keren tiba-tiba lesu tak bersemangat, mandadak pendiam. Membisu saja ketika pergi ke rumah. Lantas saya yang semula bingung, hari pertama malah ikutan diam. Akhirnya kami dalam ruangan yang sama tapi saling kunci mulut. Hari kedua saya coba mengajaknya ngobrol, tetap tak banyak kalimat yang terlontar, hingga hari  ketiga saya tak tahan lagi, tangis pun tumpah ruah. Berpikir si Keren begitu karena saya. Merasa salah dan berusaha mencari apa kesalahan saya. Memohon maaf sambil terisak. Meski ternyata bukan sebab saya ia menjadi kalem begitu, akhirnya ia kembali ke gaya semula. Berisik lagi dan iseng seperti biasa. Dan memang itu yang saya rindukan selama tiga hari aksi diamnya. Ia hanya berpesan “ jangan tanya kenapa kakak jadi kalem ya?” saya mengangguk berulang kali.

 

Hal seru lain yang jadi pengalaman pertama Ramadhan ini, saya memberanikan diri ikutan bazar atas nama pribadi, JasmineBusana. Padahal sebelumnya saya belum pede ikutan moment itu jika bukan nebeng nama umi. Ah, saya hanya kepikiran, ini saatnya saya mempromosikan JasmineBusana yang sudah usia batita itu. Dengan perasaan deg-degan saya beranikan diri.  Beruntungnya umi dan si Keren mendukung sepenuhnya. Si Keren bahkan siap mengantar pagi harinya. Sabtu, 13 Ramadhan itu, saya ditemani umi dan si Keren juga, menuju evet Arafah Hijabclass di Nyi Ageung Serang Kuningan, Jakarta. Pukul 8 kami kesana. Setelah sampai saya masih nervous lantaran stand ternyata kecil sekali dan merasa aneh lantaran barang bawaan saya paling heboh dibanding peserta lainnya. Sebelumnya saya bahkan ingin mengurangi beberapa item product. Tapi urung lantaran si Keren bilang“cuek ajalah, muka tebel aja. Kan mau jualan!”. Saya pun sambil malu-malu nurut saja padanya. Jadilah ia dan umi membaru mendisplay produk. Belum rapi benar stand bazar JasmineBusana, sudah ada pembeli datang. Kemudian tak lama berselang setelah display kami rapi dan si Keren pamit, saya didatangi pembeli kedua dengan transaksi yang lumayan besar. Dan kemudian teruslah berdatangan satu per satu hingga stand saya ramaaai…Wuiih senangnya, pengalaman pertama tapi sukses 😀 Jadi makin semangat! Ah, memang bahagia sekali jika aktivitas yang kita lakukan didukung sepenuhnya oleh orang-orang terkasih.

 

“Trimakasih umi dan si Keren, berkat kalian aku jadi SEMANGAT lagi!”

 

Tak lupa doa ku panjatkan menjelang 2 hari anniversary kami,  semoga cinta senantiasa menaungi kami. Rahmah- Rahim  Allah senantiasa mengiringi jalan kami.

Berharap sakinah mawaddah warahmah itu selalu mewarnai hari-hari kami, bukan hanya kini, tapi juga nanti.

Semoga the one and only itu benar-benar terjadi, bukan sekedar ucap kita dibibir…

 

Doa yang tak kalah penting, hadiahi kami bayi kembar ya Rabb…Kami sudah ingin punya baby ^^

Amin…  

 

Regard, 

Fi, tweety-nya si Keren 

 

 

Hello world!

Standar

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.